Pengantar. Materi ini merupakan bahan kuliah tamu pada Program Magister Kajian Kependudukan dan Ketenagakerjaan Program Pascasarjana Universitas Indonesia, hari Rabu, tanggal 3 Oktober 2001 di Gedung A, Lantai 3 Ruang B, Lembaga Demografi, FEUI Kampus UI Depok. dalam mata kuliah Pendudukan dan Pembangunan. Ciri-ciri sosial dan kondisi masyarakat Baduy menjadi topik bahasan yang dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang data kualitatif yang dihimpun dan kemudian disajikan untuk kepentingan penanganan suatu masalah. Ciri-ciri sosial dalam konteks ini dititikberatkan pada struktur ruang kewilayahan dan struktur sosial yang terbentuk untuk kelangsungan warga masyarakat dan kebudayaannya.
Daerah Budaya : Perspektif Antropologi Sosial (Slideshow PPT)
Integrasi Nasional di Indonesia: Satu Pemikiran ke Arah Kebijakan Kebudayaan
Pendahuluan. Indonesia sebagai sebuah negara dalam realitasnya terpisah pada beberapa bagian dan tingkatan, dari segi geografis dipisahkan oleh lautan dengan beratus-ratus pulau besar dan beribu-ribu pulau kecil. Kadangkalanya banyak pulau yang belum diberi nama, bahkan belakangan ini dua pulau yang berada di kawasan Kalimantan telah menjadi milik Negara Malaysia. Dari perspektif kewilayahan tampak pembagian Indonesia Bagian Timur dan Indonesia Bagian Barat, atau kawasan perkotaan dan perdesaan.
Kajian Pola Ruang Desa Tradisional Perspektif Kebudayaan (Slideshow PPT)
- Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2006 Tentang Penetapan Dan Penegasan Batas Desa)
- Desa adalah kesatuan masyarakat yang tergabung berdasarkan garis keturunan (genealogi) yang mendiami wilayah (teritori) tertentu.
- Perspektif antropologi memandang desa, atau nama lain (nagari, binua, kampung, gampong, negeri, huta, sosor, marga, lembang, kuwu, pemusungan, paraingu, lumban) adalah kesatuan masyarakat yang tergabung berdasarkan garis keturunan (genealogi) yang mendiami wilayah (teritoria), dan terikat oleh suatu tradisi serta kebiasaan tertentu
Serentaun: Konsep, Praktek dan Makna (Sinopsis + Video)
Video ini berisi gambaran tentang ritual serentaun yang dilakukan oleh warga komunitas Kasepuhan Ciptagelar. Boleh jadi konsep, praktek dan makna serentaun belum banyak berubah, yakni memberikan penghormatan kepada Nyi Pohaci Sanghyang Sri sebutan lokal untuk Dewi Sri yang menjadi fokus pemujaan dalam ritual ini. Demikian pula pengungkapan rasa syukur kepada Dewi Sri, atas hasil tanaman padi mereka yang melimpah ruah, boleh jadi sikap ini pun belum juga berubah. Boleh jadi pula warga masih yakin, bahwa Dewi Sri, masih melindungi mereka dalam beraktivitas mengolah lahan pertanian.
Baduy dalam Era Globalisasi (Sinopsis + Video)
Video ini menayangkan bagaimana warga Komunitas Baduy merespons perubahan yang sedemikan gencar menerpa mereka. TVRI-Bandung dalam rangka perebutan award Gantra Kencana”, penghargaan khusus tentang tayangan kebudayaan tertinggi tingkat nasional, menyajikan fenomena kebudayaan Baduy dalam konteks perubahan sosial-budaya. Fokus tayangan ini berkisah seputar pengetahuan, sikap dan praktek orang Baduy menghadapi era global yang setidaknya berpengaruh terhadap kehidupan mereka. Titiktolak cerita dalam video itu, adalah Prof. Judistira K. Garna, Ph.D peneliti yang tidak pernah berhenti mengamati dan menyermati setiap perubahan yang terjadi di Desa Kanekes tempat warga komunitas baduy bermukim.
Konsep Pemberdayaan Atau Peminggiran Penduduk Asli di Kawasan Asia Tenggara (Slideshow PPT)
- Salah Satu ciri yang mencolok di Wilayah Asia Tenggara, adalah keragaman budaya yang berasal dari beberapa ratus suku minoritas pribumi yang menghuni daerah pedalaman (pegunungan) dan hutan (Lim Teck Ghee dan Alberto Gomes,1993).
- Sebutan bagi mereka dikenal dengan pelbagai istilah: seperti orang gunung (highlanders), orang asli (aborigines), orang hutan (forest people), pribumi (natives), dan masyarakat terasing (komunitas adat terpencil).
- Berbagai kebijakan diarahkan untuk menarik penduduk asli ke arus utama kehidupan masyarakat luas (modernisasi), meski pendekatan dan & pelaksanaannya berbeda-beda di setiap negara.
Amalan Agama Lokal dalam Komunitas Terpinggir di Jawa Barat: Kajian Antropologi Agama
Di Jawa Barat, agama tradisi besar telah dipeluk oleh serta menjadi keyakinan keagamaan masyarakat, namun bukan berarti, kepercayaan atau keyakinan dari komunitas lokal hilang dengan sendirinya, sebab pada tingkat pribadi atau komunitas agama yang mereka anut seringkali dipengaruhi oleh keyakinan lokal. Dalam kehidupan komunitas yang terpinggir pada waktu melihat dan memperlakukan agama sebagai kebudayaan maka yang dilihat adalah agama sebagai keyakinan yang ada dalam komunitasnya, dan bukan agama yang ada dalam teks suci, seperti yang dijumpai dalam kitab-kitab suci agama wahyu. Sebagai sebuah keyakinan yang hidup dalam komunitas, maka agama menjadi bercorak lokal; yaitu, lokal sesuai dengan kebudayaan dari komunitasnya itu.