Desember 23, 2009

Langkah-langkah Metode Ilmiah dan Analisis Data Kualitatif [PPT slideshow]

Seringkali dalam percakapan sehari-hari muncul perkataan ‘ini ilmiah’ lho! Atau, dalam perbincangan baik resmi dalam suatu forum maupun tidak resmi seperti obrolan di warung kopi, perkataan atau argumentasi untuk menyakinkan pendengarnya acapkali terlontar kata-kata ‘ini  ilmiah’ atau ‘akademis’ lho!.
Boleh jadi pendengarnya, dibuat terkesima lalu tidak mau melakukan perlawanan kata-kata lagi, alias perdebatan menjadi selesai tanpa satu pun yang dipuaskan. Lalu apa sebenarnya dengan perkataan ilmiah atau akademis itu. Konon, perkataan ilmiah atau sering disandingkan lagi dengan perkataan akademis itu, meski penggunaan kata yang salah untuk kata yang terakhir itu, menjadi kelaziman perkataan yang seringkali dipakai para profesor yang memang tanpa menyebut kata-kata ilmiah pun sudah tentunya akan ilmiah.
Dalam tulisan ini, saya tidak menyinggung apa itu perkataan ilmiah, namun mencoba mengurai apa itu langkah-langkah metode ilmiah dan analisis data kualitatif. Yang kadangkalanya juga analisis kualitatif acapkali digunakan para pengamat untuk memperkuat argumentasinya.

versi PDF dapat didownload disini LANGKAH-LANGKAH METODE ILMIAH

Baca lebih lanjut

Desember 23, 2009

Analisis Data Kualitatif [PPT slideshow]

sebelum menguraikan analisis data kualitatif terlebih
dahulu diuraikan bagaimana penelitian kualitatif dilakukan

berikut ini dile PDF full slide yang dapat anda download >> ANALISIS DATA KUALITATIF

Baca lebih lanjut

Mei 29, 2009

People, Land and Mountain: The Sangkuriang Mythology

For the people of Bandung, especially the Sundanese, the existence of Mount Tangkuban Perahu, which is located in the north of Bandung, cannot be separated from the Sangkuriang mythology. In the Sangkuriang mythology, it is theoretically indicated that the social relationship is conducted on the basis of the concept of the ordered system in the form of the structure of the mythology. The structure of the Sangkuriang mythology shows dualistic differences which is closely related one to another. Therefore, the Sangkuriang mythology gives the important values for the social life and environment, so that it can also gives clear explanation of the culture and its relation with the people, land and mountain, including the forest and also everything inside it.

Disajikan pada International Conference on Culture and Science on Mountain Kota Kinabalu, Sabah Malaysia: 8 – 13 July 2002. The United Nations and LESTARI (Institute for Environment and Development) Universiti Kebangsaan Malaysia

Mei 27, 2009

Kebijakan Pembangunan Perbatasan Indonesia dan Malaysia Suatu Perbandingan: Perspektif Sosio-Budaya Perbatasan Provinsi Kalimantan Barat (Slideshow PPT)

  • Kawasan Perbatasan merupakan kawasan yang secara nasional di nilai mempunyai peran penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertahanan keamanan
  • Kebijakan diprioritaskan untuk pengembangannya secara serasi dan selaras dengan kawasan perbatasan disekitarnya Baca lebih lanjut
April 1, 2009

Partisipasi Masyarakat dalam Pendidikan Nasional: Meretas Jalan Mencipta Masa Depan

Pengantar. Menyongsong Hari Pendidikan Nasional sepatutnya kita mulai merenungkan capaian pendidikan bagi kehidupan bangsa ini. Apakah telah sejalan dengan apa yang tersirat dan tersurat dalam konstitusi untuk mensejahterakan dan memperadabkan bangsa. Atau, malah sebaliknya, yang tercapai adalah kemiskinan dan kegagalan sebagai bangsa yang beradab.

Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, pada tanggal 15 Agustus 2008, telah menyebutkan bahwa mulai tahun 2009, anggaran untuk pendidikan dipenuhi sebanyak 20% dari APBN. Itu artinya, segala hal yang terkait dengan pengembangan pendidikan menjadi tanggung jawab sepenuhnya negara. Tentunya, dengan dipenuhinya anggaran pendidikan sebesar 20 % dari APBN, menunjukkan, bahwa pemerintah menganggap pendidikan mempunyai peranan kunci dalam menjawab soal kemiskinan, rendahnya produktivitas dan juga lambatnya capaian peningkatan ekonomi bangsa. Namun demikian, apakah benar, keyakinan dengan terpenuhinya anggaran pendidikan sebesar 20 % itu akan serta merta menjawab persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kesejahteraan bangsa ini?

Baca lebih lanjut

Maret 24, 2009

Ciri-ciri Sosial dan Kondisi Masyarakat Baduy di Desa Kanekes

Pengantar. Materi ini merupakan bahan kuliah tamu pada Program Magister Kajian Kependudukan dan Ketenagakerjaan Program Pascasarjana Universitas Indonesia, hari Rabu, tanggal 3 Oktober 2001 di Gedung A, Lantai 3 Ruang B, Lembaga Demografi, FEUI Kampus UI Depok. dalam mata kuliah Pendudukan dan Pembangunan. Ciri-ciri sosial dan kondisi masyarakat Baduy menjadi topik bahasan yang dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang data kualitatif yang dihimpun dan kemudian disajikan untuk kepentingan penanganan suatu masalah. Ciri-ciri sosial dalam konteks ini dititikberatkan pada struktur ruang kewilayahan dan struktur sosial yang terbentuk untuk kelangsungan warga masyarakat dan kebudayaannya.

Baca lebih lanjut

Maret 21, 2009

Daerah Budaya : Perspektif Antropologi Sosial (Slideshow PPT)

Definisi Kebudayaan :
“keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasi lingkungan dan pengalaman, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya”. 

Maret 21, 2009

Integrasi Nasional di Indonesia: Satu Pemikiran ke Arah Kebijakan Kebudayaan

Pendahuluan. Indonesia sebagai sebuah negara dalam realitasnya terpisah pada beberapa bagian dan tingkatan, dari segi geografis dipisahkan oleh lautan dengan beratus-ratus pulau besar dan beribu-ribu pulau kecil. Kadangkalanya banyak pulau yang belum diberi nama, bahkan belakangan ini dua pulau yang berada di kawasan Kalimantan telah menjadi milik Negara Malaysia. Dari perspektif kewilayahan tampak pembagian Indonesia Bagian Timur dan Indonesia Bagian Barat, atau kawasan perkotaan dan perdesaan.

Baca lebih lanjut

Maret 11, 2009

Konsep Perlindungan Kawasan Budaya Ditinjau dari Aspek Antropologi di Jawa Barat (Slideshow PPT)

  • Konon Indonesia memiliki paling banyak warisan budaya dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya, seperti  Candi Borobudur, Candi Prambanan, Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Ujung Kulon, Keris, dan Wayang telah memperoleh perlindungan dunia melalui UNESCO sebagai warisan budaya dunia
  • Berikutnya juga kawasan budaya lainnya, yaitu Taman Ayun (Badung), Pakerisan (Gianjar) dan Sawah Berteras Jatiluwih di Pulau Bali dan Tana Toraja di Sulawesi Selatan serta Nias, Muara Jambi, dan kawasan perairan Raja Ampat di Papua juga akan menjadi warisan budaya yang diakui  dunia melalui UNESCO
  • Dalam konteks itu, bagi Provinsi Jawa Barat tentunya menjadi tantangan mengingat potensi ke arah mewujudkan warisan budaya bukan tidak mungkin realisasikan?
  • Dengan demikian, bagaimana perspektif antropologi dalam kaitannya  dengan konsep perlindungan dan pengembangan kawasan budaya  yang dapat dijadikan warisan budaya 

Baca lebih lanjut

Maret 11, 2009

Kajian Pola Ruang Desa Tradisional Perspektif Kebudayaan (Slideshow PPT)

  • —Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2006 Tentang Penetapan Dan Penegasan Batas Desa)
  • —Desa adalah kesatuan masyarakat yang tergabung berdasarkan garis keturunan (genealogi) yang mendiami wilayah (teritori) tertentu.
  • —Perspektif antropologi memandang desa, atau nama lain (nagari, binua, kampung, gampong, negeri, huta, sosor, marga, lembang, kuwu, pemusungan, paraingu, lumban) adalah kesatuan masyarakat yang tergabung berdasarkan garis keturunan (genealogi) yang mendiami wilayah (teritoria), dan terikat oleh suatu tradisi serta kebiasaan tertentu